Bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama di Indonesia, malam Nisfu Syaban adalah momen istimewa yang dinanti-nanti. Malam ini jatuh pada pertengahan bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Nisfu” berarti setengah, sehingga Nisfu Syaban dapat diartikan sebagai “malam pertengahan bulan Syaban,” yang tepatnya terjadi pada malam tanggal 15 Syaban, dimulai sejak terbenam matahari tanggal 14 Syaban hingga menjelang fajar .
Malam ini diyakini sebagai salah satu malam yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Banyak umat Islam yang menghidupkan malam tersebut dengan berbagai ibadah, sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan yang hanya tinggal dua minggu lagi .
Dalil dan Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Keistimewaan malam Nisfu Syaban bersumber dari beberapa hadis Nabi Muhammad SAW. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kesahihan (derajat) hadis-hadis tersebut, secara umum keutamaannya diterima dan diamalkan oleh banyak muslim, terutama karena banyaknya jalur periwayatan yang saling menguatkan .
Beberapa keutamaan utama malam Nisfu Syaban antara lain:
- Malam Diturunkannya Ampunan Allah: Ini adalah keutamaan paling terkenal. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:”Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban, lalu dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah) Hadis lain dari Aisyah RA juga menyebutkan bahwa ampunan Allah pada malam itu melebihi jumlah bulu kambing Bani Kalb (sebuah kabilah yang memiliki kambing sangat banyak) . Ini memberikan gambaran betapa luasnya ampunan yang ditawarkan.
- Malam Dikabulkannya Doa: Pada malam ini, Allah SWT membuka pintu selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang memohon. Rasulullah SAW bersabda:”Apabila malam Nisfu Syaban, maka hidupkanlah malamnya dengan shalat dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah berfirman: ‘Adakah orang yang meminta ampun, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rezeki, maka Aku akan memberinya rezeki? Adakah orang yang mendapat cobaan, maka Aku akan menyembuhkannya? … hingga terbit fajar.'” (HR. Ibnu Majah) .
- Waktu Pengangkatan Amal: Bulan Syaban sendiri adalah bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan ini karena beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa . Nisfu Syaban, sebagai puncak bulan ini, menjadi momen yang sangat baik untuk memperbaiki diri sebelum catatan amal “dinaikkan” .