
Laporan infaq merupakan elemen krusial dalam pengelolaan masjid yang modern dan amanah. Berikut ringkasannya dalam 4 poin utama:
1. Mewujudkan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi
Ini adalah fungsi paling fundamental. Laporan infaq adalah bentuk pertanggungjawaban pengurus (takmir) kepada para jamaah dan donatur. Dengan laporan yang jelas, masyarakat dapat melihat secara langsung ke mana dan untuk apa uang mereka digunakan. Hal ini menciptakan rasa percaya bahwa dana yang dititipkan dikelola dengan baik dan jujur.
2. Meningkatkan Kepercayaan dan Partisipasi Jamaah
Ketika jamaah melihat laporan keuangan yang rapi, terbuka, dan dapat diakses, kepercayaan mereka terhadap pengurus akan meningkat. Kepercayaan ini adalah modal sosial yang sangat besar. Jamaah yang percaya cenderung akan lebih loyal dan termotivasi untuk terus berinfaq, bahkan mungkin meningkatkannya, karena mereka yakin infaqnya akan bermanfaat.
3. Landasan untuk Perencanaan dan Pengembangan Masjid
Laporan infaq yang terdokumentasi dengan baik bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga alat untuk melihat potensi keuangan masjid. Data pemasukan rutin dan pengeluaran dapat dianalisis untuk menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) di masa depan. Apakah masjid mampu merenovasi bangunan? Apakah bisa menambah kegiatan? Semua itu dapat dijawab dengan melihat data laporan yang akurat.
4. Menghindari Kecurigaan dan Potensi Masalah
Dengan sistem pencatatan dan pelaporan yang baik, risiko kesalahpahaman, fitnah, atau tuduhan penyelewengan dana dapat diminimalisir. Laporan menjadi bukti otentik yang melindungi nama baik pengurus dan masjid itu sendiri. Ini adalah benteng pertama untuk menjaga keharmonisan di antara jamaah.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 120 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1990 |